MEMBUAT PENCAHAYAAN KAMAR SEPERTI KAMAR HOTEL
- rehtse design
- 2 days ago
- 2 min read
Kali ini kita akan membahas, bagaimana sih caranya mengatur pencahayaan pada kamar, supaya terasa seperti kamar hotel mewah?
Pencahayaan terbagi menjadi dua: pencahayaan alami dan buatan.
Pencahayaan alami dari sumber cahaya alam seperti matahari dan bulan yang bisa kita dapatkan melalui bukaan seperti jendela.
Pencahayaan buatan dari lampu2 yang bisa kita atur dari intensitasnya, jenis, warna, dan peletakkannya.
Kali ini kita akan bahas bagaimana mengatur pencahayaan buatan tersebut.
Sebenarnya begitu banyak teori, kategori, dan rumus dalam menentukan pencahayaan buatan, namun kali ini kita akan bahas dari segi yang lebih praktikal yang mudah dipahami dan diterapkan.
Lalu seperti apa pencahayaan kamar hotel yang mewah? Tentunya yang nyaman, membuat rileks karena fungsi utama dari kamar tidur adalah sebagai tempat istirahat.
APA SAJA YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Warna lampu
Berikut kita lihat color temperature chart dengan satuan kelvin: dimulai dari kemerahan 1800 K hingga kebiruan 12000k
Range color yang umumnya digunakan dalam interior dari 2700k hingga 5000k.
Jika ingin suasana yang lebih nyaman dan warm seperti kamar hotel, baiknya gunakan warna lampu warm white 3000-4000k, tidak terlalu kuning dan juga tidak terlalu putih.
2. Intensitas lampu
Sebenarnya banyak indikatornya dari satuan candela, lux, lumen.
Namun simpel dan umumnya kita berpatokan dari watt. Umumnya lampu kamar hotel tidak terlalu terang atau silau, cenderung temaram. Pilihlah watt yang tidak terlalu besar, terutama jika lampu led, watt kecil saja sudah terang. Misal spot led 4 watt saja sudah cukup terang,tidak perlu sampai belasan watt
3. Pemilihan tipe pencahayaan.
Sebelum memilih, kita perlu mengetahui apa saja pilihan tipe pencahayaan ? Tipe pencahayaan terbagi berdasarkan fungsinya:
- General lighting: sebagai pencahayaan umum/overal menyeluruh
- Accent lighting: sebagai penambah fokus pada bidang/ object tertentu yang ingin ditonjolkan
- Task Lighting: sebagai pendukung aktivitas tertentu
- Decorative Lighting: sebagai hiasan pendukung
BERIKUT APLIKASINYA PADA KAMAR
- Gunakan general lighting berupa downlight dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, sebar di titik yang agak berjauhan yang penting merata. Perhatikan sudut sorot cahayanya, pilihlah yang fokus dan tidak terlalu menyebar. Dengan ukuran rumah lampu yang tidak terlalu besar.
- Gunakan accent lighting berupa indirect light dengan led strip yang menyorot ceiling, dinding, lantai, ataupun furniture. Indirect light sangat cocok diaplikasikan di kamar tidur, karena titik lampu tidak terlihat, hanya biasnya, sehingga tidak menyilaukan mata. Lalu sebagai tambahan, kita bisa aplikasikan spotlight pada titik tertentu yang mneyorot ke foto/lukisan/artwork di dinding yang kita sukai
- Gunakan task lighting untuk mendukung kegiatan lainnya dalam kamar. Karena suasana overall dibuat temaram, sehingga untuk aktivitas tertentu kita memerlukan lampu tambahan yang hanya dinyalakan saat2 tertentu saja. Contohnya seperti lampu meja rias atau lampu baca.
- Decorative lighting: sifatnya optional boleh ada boleh tidak, di mana bentuk lampunya sebisa mungkin artistic dan indah. Bisa diletakkan di sebelah tempat tidur di atas nakas, atau pada bidang dinding yang kosong, atau pada spot tertentu yang nyaman dipandang. Misalnya seperti di bidang dinding yang terlihat dari pintu masuk, sehingga saat masuk kamar kita disambut oleh sesuatu yang artistic.

Comments